} -->

22

Kamis, 15 Desember 2011

Syahkah Keterangan Yasinan

Mohon pencerahannya mengenai hadits atau keterangan berikut. Soalnya, saya baca di salah satu media online, katanya untuk masalah Yasiinan untuk orang yang meninggal masih dalam perdebatan. Mohon penjelasannya.
Jantungnya Al-Quran adalah surat Yasiin. Tidak seorang yang mencintai Allah dan negeri akhirat membacanya kecuali dosa-dosanya diampuni. Bacakan­lah (Yasiin) atas orang-orang mati di antara kalian.” (H.R. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

“Dari Abi Ad-Darda dan Abi Dzar r.a. berkata, “Tidaklah seseorang mati lalu dibacakan atasnya surat Yasiin, kecuali Allah ringankan siksa untuknya.”

“Adalah Ibnu Umar r.a. gemar membacakan bagian awal dan akhir surat Al-Baqarah di atas kubur sesudah mayat dikuburkan.” Terima kasih.

Sepanjang yang pernah saya teliti, hadits-hadits yang mengungkap bacaan Yasin terhadap orang yang sudah meninggal tidak memiliki keshahihan yang memadai. Sehingga, segala keutamaan yang muncul terkait surat Yasin di saat adanya kematian, sebaiknya tidak dilakukan.

Perbedaan pendapat mengenai Yasinan ini, selain karena kualitas hadits yang dipertanyakan, juga karena adanya logika transfer pahala dari mereka yang masih hidup untuk mereka yang sudah mati. Mereka yang melakukan Yasinan berpendapat bahwa amal baik yang dilakukan orang hidup dan dipersembahkan untuk yang sudah mati akan bermanfaat sebagai bekal almarhum menuju gerbang akhirat (alam kubur).
Namun, saya berpendapat bahwa transfer pahala seperti itu tidak berlaku dari mereka yang masih hidup di dunia kepada mereka yang sudah berada di akhirat. Karena, konsep dasar dalam Islam sudah jelas bahwa orang yang telah meninggal hanya akan merasaka segala jerih payah amal kebaikannya sendiri. Wallahu a’lam.
By, percikan Iman.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar