} -->

22

Jumat, 22 Juli 2011

Mesin Sablon Otomatis yang Serba guna


Mesin Percetakan - Mesin percetakan utk Sablon Otomatis ALL IN ONE non manual ini sangat efisien dalam pekerjaan cetak sablon kaos, kertas, kardus, plastik, mika, kayu, logam, dll. Ini adalah versi alat sablon digital full-automatic daripada sablon manual konvensional. Sangat cocok utk usaha bisnis percetakan sablon.
Meja kerja sablon yg luas dan dilengkapi dgn alat penghisap (vacuum) media yg akan dicetak sablon, memungkinkan tingkat kerataan yg sempurna ketika bak tinta (screen) menempel pada media/bahan cetaknya, hasil cetak sablon pun benar-benar rata.
Sang operator mesin percetakan utk sablon pun tidak akan merasa capek memegangi screen sablon ketika harus melihat hasil cetak sablonnya pada media yg dicetak. Rakelnya tidak perlu dipegangi seperti cara sablon kaos manual, sudah otomatis maju-mundur menarik tinta sablonnya..
Mesin percetakan utk Sablon yg Multifungsi (All in one): utk cetak sablon baju, kaos, kertas, kardus, kayu, sticker, mika atau plastik, hanya tinggal mengganti jenis screen dan tinta sablonnya saja. Mau cetak kaos, ya ganti saja dgn screen khusus kaos dan tinta sablon kaos. Begitu juga kalau mau sablon sticker transparant, chromo atau vinyl, ya tinggal menggantinya dgn screen dan tinta sablon yg sesuai dgn media sticker, dll.
Cara kerja dan teknik sablonnya pun sama persis dgn alat sablon manual. Mesin percetakan utk sablon bekerja secara otomatis, rakel menarik dan mendorong tinta sablon secara full-automatic. Pengaturan kerja secara cepat atau lambat bisa disetting speed-nya. Otomatisasinya diprogram secara micro-computer dan dikontrol dgn tombol-tombol atau melalui injakan pedal pada bagian bawah kaki (di lantai) utk pekerjaan secara manual one by one.
Tertarik Mencoba ??
Temukan Info Lain Seputar Mesin Percetakan

Percetakan dan Prospek Bisnis Percetakan

Percetakan adalah salah satu jenis usaha yang cantik dan baik untuk dilirik.
Mengapa saya katakan demikian?
Karena dari pengamatan saya selama ini, walaupun semakin hari orang yang membangun bisnis percetakan semakin bertambah, tetapi konsumen atau pasarnya juga semakin terbuka lebar, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang usaha yang sangat besar.
Coba kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, kemanapun dan dimanapun kita arahkan pandangan, pasti hampir semua produk atau barang hasil dari percetakan akan selalu ada, misalnya: buku-buku, nota/faktur yang biasa kita peroleh sewaktu belanja di toko atau supermarket, kwitansi, dus-dus kemasan makanan atau kemasan barang-barang lainnya, tas jinjing (hand bag/shopping bag), kartu nama, kartu undangan, kalender, hang tag atau label, kop surat, amplop, sticker, poster, ID card, brosur, leaflet, company profil, majalah, bulletin, tabloid, spanduk, reklame dan lain sebagainya.
Usaha percetakan juga merupakan suatu jenis usaha yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai modal peralatan cetak. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali percetakan yang mempunyai peralatan cetak yang menyediakan jasa makloon untuk orang-orang yang tidak mempunyai peralatan, dengan biaya yang relatif rendah (harga rekanan). Bahkan jika seseorang telah berpengalaman dalam jenis usaha ini, maka tanpa modal uang (modal dengkul) sekalipun… usaha ini bisa dilakukan.
Bagi Anda yang tertarik dan berminat untuk menekuni usaha Percetakan, maka beberapa cara dalam pengerjaan cetak ini bisa menjadi pilihan Anda:
* Pengerjaan dengan mesin cetak offset
* Pengerjaan dengan teknik sablon
* Pengerjaan dengan teknik digital printing
* dan sebagainya.
Dan jangan heran, bila keuntungan yang didapat lumayan besar…
Selamat mencoba, semoga bermanfaat…!!! (cepi nugraha)
rumahcahaya.com

Bisnis Percetakan Berkembang Pesat

Bisnis Percetakan adalah suatu jenis usaha yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama dalam beberapa tahun terakhir ini, bisnis percetakan semakin berkembang dengan pesat hal ini dapat dilihat dari munculnya pemain-pemain baru dalam bisnis ini baik itu sales atau marketing percetakan dan juga pengusaha-pengusaha baru dalam bisnis ini. Apalagi sekarang ditunjang dengan semakin banyak dan majunya teknologi pendukung dari bisnis percetakan ini. Diantaranya adalah untuk proofing warna sudah menggunakan mesin printer yang kualitas hasil cetaknya 90% sudah mirip dengan hasil cetak. Dan juga semakin banyaknya pengusaha yang membuka bisnis repro untuk film separasi warna.
Disamping hal tersebut diatas ada beberapa hal lagi yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Walaupun semakin hari orang yang membangun bisnis percetakan semakin bertambah tetapi konsumen atau pasarnya juga semakin terbuka lebar, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang besar bagi anda yang saat ini mungkin masih bingung ingin menekuni bisnis apa yang harus dilakukan. Bagaimanakah peluang bisnis dari usaha ini…?
Untuk kebutuhan pasar atau konsumen produk-produk percetakan yang dibutuhkan diantaranya adalah barang-barang yang biasa kita lihat di sekeliling kita dan kita gunakan sehari-hari, misalnya buku tulis, buku bacaan, buku pelajaran, nota, faktur yang biasa kita peroleh sewaktu belanja di toko, kwitansi, dus-dus kemasan makanan atau kemasan barang-barang lainnya, tas jinjing (hand bag/shopping bag), kartu nama, undangan, kalender, hang tag atau label, kop surat, amplop, sticker, poster, ID card, brosur, leaflet, company profil, majalah, bulletin, tabloid, dan lain sebagainya. Jika anda memperhatikan dimana pun dan kemana pun kita pergi, selalu saja kita jumpai barang-barang produk percetakan tersebut.
Bisnis Percetakan juga merupakan jenis usaha yang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang meskipun tidak mempunyai modal Mesin Percetakan sekalipun. Hal ini yang biasa dilakukan oleh sales atau marketing. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali percetakan-percetakan yang mempunyai peralatan cetak yang menyediakan jasa ongkos cetak untuk orang-orang yang tidak mempunyai peralatan, dengan biaya yang relatif murah (harga rekanan). Bahkan jika seseorang telah berpengalaman dalam bisnis percetakan ini, maka tanpa modal uang atau (maaf) modal dengkul sekalipun usaha ini terkadang juga bisa dilakukan.
Bagi Anda yang mungkin tertarik dan berminat untuk menekuni usaha percetakan, maka ada beberapa cara dalam proses pengerjaan cetak ini bisa menjadi pilihan dan panduan Anda:
Pengerjaan dengan mesin cetak offset
Diantaranya dengan menggunakan Mesin Percetakan offset Toko, Riobi dan Oliver

Pengerjaan dengan teknik sablon

Baik itu sablon manual ataupun dengan mesin (Biasanya untuk media bahan plastik, blangko undangan/beli jadi, blangko kartu nama).
Pengerjaan dengan teknik digital printing (print warna)
Hal ini biasanya dilakukan ketika order yang kita terima terlalu minim untuk dicetak karena untuk ongkos cetak juga ada ongkos minim.
Sedangkan keuntungan yang didapat untuk Bisnis Percetakan ini juga lumayan memuaskan. Jadi apabila sebagian dari anda yang membaca artikel ini bingung untuk memulai usaha mungkin hal ini bisa untuk dijadikan bahan pertimbangan.
Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda…!!!.
adeesign.com

Tips Pilih Mesin Percetakan

Beli mesin Cina ? wah.. jangan deh, tidak kuat, jelek, rewel, service / sparepartnya gimana?, dijual lagi nggak laku, teknisinya sulit dihubungi, pokoknya janganlah, lebih baik beli mesin second aja deh sudah pasti bandelnya. Ya itulah antara lain komentar orang-orang lima tahun lalu menurut pengalaman Iis Superiadi yang mencoba memasarkan Mesin Percetakan made in Cina.
Perkembangan Akhir
Dan sekarang…,diakui atau tidak inilah sebuah kenyataan bahwa mesin cina bukan hantu bagi percetakan,bahkan sebelum ini kita sudah mengenal atau bahkan kita menggunakannya. Sekarang lihatlah perkembangan mesin-mesin Cina,mungkin sudah ada dimeja kerja kita brosur-brosur dan penawaran tentang harga mulai dari pelat cetak,master paper,film,plate maker,mesin cetak dari ukuran folio sampai ukuran plano,mesin-mesin finishing(komplit/lipat/lem/jahit dll).
Bagaimana kita menyikapi ini semua? Berdasarkan wawancara kami dengan Iis Supriadi, yang juga Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, memberikan beberapa tips memilih Mesin Percetakan :
1. Referensi:
Mintalah referensi kepada teman atau rekan bisnis anda yang pernah membeli produk alat/mesin Cina. Tanyakan bagaimana selama ini menggunakan mesin tersebut apakah banyak masalah, bagaimana pelayanan service/teknisi, sparepart tersedia apa tidak, kalau mesin tersebut bagus dimana saya dapat membelinya, kalau perlu siapa salesnya yang bertanggung jawab terhadap mesin yang saya beli. Referensi dari pengguna mesin Cina ini penting, sebab kepuasan orang lain akan kita jadikan acuan untuk dapat membeli mesin tersebut. Tanyakan juga kepada agen/penyalur alat/mesin Cina dimana dan berapa jumlah populasi alat/mesin sampai dengan saat ini.
2. Demo produk:
Mintalah demo produk agar kita lebih jelas terhadap alat/mesin yang ditawarkan kepada kita, karena setelah kita mendapatkan referensi sekarang kita sendiri yang akan membuktikannya dengan demo produk, kalau perlu minta demo gratis (karena ada juga yang meminta down payment 20-30 persen baru bisa demo, dan kalau pembelian batal DP hangus). Hadirkan juga dalam demo tersebut operator atau teknisi yang independent atau orang kepercayaan kita untuk menilai demo tersebut.
3. Jaminan purna jual:
Mintalah jaminan purna jual berupa garansi spare part dan garansi service yang biasanya gratis selama jangka waktu tertentu,dan tanyakan ketersediaan sparepart dan teknisi setelah masa garansi habis/selesai. Untuk bahan pertimbangan biasanya alat/mesin Cina yang dijual merupakan copy paste dari alat/mesin yang sudah ada buatan Jepang atau Jerman, pastikan mesin tersebut sudah banyak dipasaran Indonesia. Artinya jika ada sparepart yang kita butuhkan nantinya bisa digunakan di alat/mesin Cina atau sebaliknya.
4. Harga:
Harga adalah salah satu alasan kita untuk berinvestasi pada alat/mesin Cina, biasanya harganya setengah atau lebih dari mesin buatan Jepang,dan tiga atau empat kali dari harga alat/mesin buatan Jerman. Bahkan setara dengan alat/mesin Second. Alasan inilah yang biasanya digunakan untuk investasi mesin baru dibanding dengan mesin second karena lebih terjamin atas adanya garansi service dan sparepart.
5. Analisis Perbandingan Persaingan:
Lakukan analsis perbandingan dengan mesin ex-negara lain nya atau merek lainnya atau bahkan mesin second-hand, bandingkan positif dan negatif atas 4 faktor diatas. Kemudian saatnyalah untuk mengambil keputusan.
kertasgrafis.com

Proses Cetak Digital

Kami sangat menyadari bahwa tuntutan kualitas menjadi kebutuhan klien Anda, untuk menjawab kebutuhan tersebut tentu ada jaminan proses dari prepress sampai dengan penjilidan dengan Mesin Jilid.
Pracetak (prepress)
Prepress adalah semua proses digital untuk menyiapkan desain cetak dengan menggunakan perangkat alat elektronik (komputer, baik PC maupun Apple Macintosh) dimulai dari input data - sampai finishing atau Final Art.
Dari survey di atas kita lihat fakta bahwa banyak sekali kesalahan pada pencetakan karena karena Prepress yang tidak benar (Mesin Jilid). Hal itu terjadi di Amerika, yang merupakan negara dimana industri ini sudah maju. Bagaimana di Indonesia?…..
Berikut ini sedikit keterangannya:
1. Missing or incorrect fonts. Hal ini terjadi apabila kita memilih efek font yang tidak terdefinisi oleh printer postscript. Atau font yang digunakan tidak ikut dicopy ke disk saat di bawa ke percetakan (apabila kita mendesain sendiri halaman publikasi-kemudian dikirim ke percetakan), sedangkan di percetakan font tersebut tidak tersedia.
2. Missing/incorrect trappings. Hal ini disebabkan saat mendefisikan trapping tidak sesuai dengan spesifikasi cetak. Di software PageMaker bisa dilihat dari File Preferences Trapping preferences.
3. File defined with incorrect colours. Karena unsur warna yang digunakan monitor (komputer) berbeda dengan unsur warna cetak (percetakan) maka sering terjadi hasil cetak yang meleset warnanya. Hal ini harus kita pahami, karena komputer menggunakan unsur warna sinar Red, Green, Blue (RGB). Sementara percetakan menggunakan unsur warna tinta Cyan, Magenta, Yellow, Black (CMYK). Jadi kita harus menggunakan warna CMYK apabila kita ingin membuat publikasi cetak.
4. Scans supplied in wrong file format. Publikasi cetak biasanya menggunakan format file .TIFF atau .EPS untuk gambar. Sehingga kalau Anda mendefinisikan File gambar Anda ke JPEG atau GIF dan lainnya untuk keperluan cetak, maka warnanya tidak akan sesuai dengan hasil cetak dan kualitas pixel (unsur terkecil dari gambar digital) akan rusak.
5. Incorrect page setting or Page Set-up. Jangan membuat setting halaman lebih besar dari kebutuhan cetak. Misalnya untuk publikasi ukuran kertas A4 timbal balik, Anda menggunakan ukuran kertas A3 yang Anda bagi menjadi dua. Gunakan set-up halaman sesuai ukuran yang diperlukan.
6. Graphic not linked. Walaupun Anda sudah memasukkan gambar Anda ke dalam halaman publikasi yang Anda desain di PageMaker atau QuarExpress, Anda tetap harus mengcopy file gambar Anda ke dalam disk yang Anda kirim ke percetakan. Atau kalau Anda bekerja dipercetakan, jangan menyimpan gambar di folder lain dari file publikasi.
7. Incorrectly defined or undefined bleed. Bleed adalah batas pemotongan kertas, sehingga kalau tidak didefinisi, maka hasil cetak akan meleset dari ukuran yang diperkirakan.
8. No laser proof supplied. Sebelum dicetak, kita harus melakukan proofing untuk mengetahui contoh hasil cetak nantinya. Nah, kalau kita mencetak hasil proofing dengan menggunakan printer selain printer laser, biasanya hasilnya akan meleset dari perkiraan.
9. Missing graphics. File gambar yang tampil di halaman publikasi terhapus atau tidak tercopy pada folder yang sama dengan file publikasi.
10. Resolution too high or too low in scans supplied by customer. Resolusi adalah tingkat kecerlangan (banyaknya titik pixel per inchi) pada gambar.
sunardipw.blogspot.com

Hitung Biaya Investasi Percetakan

Yang pertama kali orang banyak tanyakan ketika akan membuka sebuah percetakan adalah berapa biaya dan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan harga pokok sebuah order atau cetakan, sebagai insan grafika saya akan sedikit membantu memberikan informasi. Untuk tulisan pertama saya ini bagaimana mengetahui / menghitung biaya sebuah mesin Mesin Percetakan, dan selanjutnya bagaimana menghitung biaya dari mulai persiapan (desain / setting / film / plate), produksi (cetak / varnish / laminating), Finishing (penjilidan / packing dll), hingga kepada menghitung biaya pokok produksi sebuah majalah.
Mesin Mini Offset disini mengacu kepada Mesin Percetakan biasa yang mempunyai spesifikasi unit cetak 1 warna dengan ukuran kertas maksimum A3, 297 x 420 mm. Umumnya dengan mesin inilah orang biasanya memulai bisnis percetakan kecuali orang yang bermodal besar bisa memulai dengan mesin buatan Eropa, Jepang dan lainnya.
Investasi Mesin
Total awal investasi alat dan pemasangan adalah Rp.45.000.000,-. Perkiraan umur mesin untuk perhitungan depresiasi adalah 10 tahun. Untuk perhitungan jam produksi dalam satu tahun diambil angka sebesar 1500 jam, dengan kecepatan cetak mesin rata-rata adalah 4000 lembar/jam.
Biaya operasional
Secara garis besar total biaya operasional kurang lebih hampir sama dengan nilai mesin cetak yaitu Rp. 44.467.662,- yang dirici sebagai berikut;
1. Kebutuhan tempat
Diperlukan tempat kurang lebih 4 x 6 meter, bisa juga 3 x 3 m bila dipaksakan, biaya tempat Rp.500.000,-/bulan atau Rp. 6.000.000,- pertahun.
2. Gaji operator cetak
Gaji operator cetak sebesar Rp.1.200.000,- per bulan atau Rp. 14. 400.000,- pertahun , serta gaji staff teknisi kurang lebih 10% dari besar gaji cetak operator atau Rp. 1.440.000,-. Tentunya biaya gaji tergantung dengan pengalaman, tingkat keahlian operator cetak dan daerah dimana investasi berlangsung.
3. Spare-part dan material,
Pemakaian alat dan material diperkirakan Rp.350.000,-/bulan atau Rp. 4.500.000,- pertahun.,-
4. Air dan listrik
Air adalah bagian tidak terpisahkan dari proses cetak offset dimana diperlukan untuk mencampur larutan pembasah. Pemakaian air Rp.75.000,-/bulan atau Rp. 900.000. Pemakaian listrik sebesar 350 watt dengan Rp.500,-/KWH untuk total 1500 jam selama setahun adalah Rp. 262.500,- (0.350 x Rp.500 x 1500 jam).
5. Perawatan mesin
Biaya perawatan dan reparasi diambil angka 2% dari biaya mesin cetak atau Rp. 900.000,- / bulan. Kegiatan perawatan mesin cetak sangat kritis dan diperlukan untuk menjaga mutu kualitas cetak dan keawetan mesin, dimana setiap minggu mesin diganti air pembasahnya dan setiap bulan mesin diperiksa apakah ada bagian aus atau diberi minyak pelumas.
6. Biaya modal
Bunga Modal yang di Investasikan12% dari mesin cetak atau sebesar dari nilai investasi mesin cetak, 12% x ½ x Rp. 45.000.000,- atau $2.700.000,-
7. Biaya tak langsung
Biaya perusahaan tidak langsung, berkaitan dengan resiko produksi sebanyak 10% dari total jumlah biaya ke 6 rinacian diatas, 10% x Rp. 35.302.500 atau sebesar Rp. 3.530.250,-
8. Biaya umum
Biaya umum berkaitan dengan resiko penjualan sebanyak sebanyak 15% dari total jumlah biaya ke 7 rincian diatas, 15% x Rp.38.832.750,- atau sebesar Rp. 5.824.912,-.(.(Iis Superiadi.Amd.Graf))
xgdigital.com

Usaha Percetakan Modal NOL

Memulai bisnis desain dan Bisnis Percetakan tidak sesulit yang diduga oleh banyak orang. Bisnis ini lebih bersifat jasa daripada produksi, kecuali Anda memulainya dengan membeli mesin cetak sendiri.
Modal awal yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha desain dan bisnis percetakan adalah relasi, ketekunan dan keseriusan, management waktu, dan pelayanan pelanggan. Anda dapat memulai bisnis percetakan ini dengan modal uang Nol, cukup memanfaatkan asset yang Anda miliki, seperti sepeda motor, komputer dan handphone.
Langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini adalah :
1. Mencari supplier kertas, seperti toko kertas, minta katalog contoh kertas beserta harga-harganya
2. Mencari perusahaan percetakan yang menerima jasa makloon (menerima ongkos cetak), tanyakan berapa tarif cetak perwarna, atau per proyek, mintalah informasi sedetail-detailnya tentang proses cetak, dan hal-hal yang mempengaruhi harga dan kualitas.
3. Mencari supplier pra cetak, seperti film separasi warna dan pembuatan plat cetak, pelajari tarif2 nya, dan spesifikasi file komputer yang dapat mereka terima, apakah mereka bisa menerima file output dari CorelDraw, Adobe Ilustrator, Freehand, dsb… Pelajari juga tarif2 nya.
4. Mencari perusahaan jasa desain, yang menerima order desain atau setting layout, kecuali Anda memiliki skill desain dan layout serta memiliki perangkat komputer dan printer sendiri.
5. Beli buku-buku desain, contoh2 desain brosur, logo, dsb.. sebagai ilustrasi buat calon pelanggan, sehingga mereka bisa menemukan style yang mereka inginkan, untuk kemudian kita kembangkan sendiri sesuai harapan pelanggan.
6. Belajarlah berhitung harga cetak seteliti mungkin sehingga harga jual bisa sangat bersaing.
Proses Kerja bisnis ini :
1. Pelanggan menceritakan kebutuhannya, harapannya dan spesifikasi benda cetaknya.
2. Anda membuat draft desain awal, mintakan persetujuan pelanggan, umumnya pelanggan meminta beberapa alternatif sehingga mereka dapat memilih.
3. Setelah draft desain awal disetujui, kembangkan desain tersebut sehingga layak untuk diproduksi’
4. Print final desain untuk mendapat persetujuan pelanggan, pastikan tidak ada kesalahan pengetikan dan gambar, pastikan pelanggan menandatangani proof desain tersebut, hal ini diperlukan jika terjadi komplain dari pelanggan dikemudian hari.
5. Copy file desain menggunakan flash disk, kirim kepada perusahaan percetakan (jika mereka memiliki semua prangkat pra cetaknya), atau kirim kepada peruasahaan pra cetak, separasi film warna dan plat.
6. Beli kertas sesuai spesifikasi yang diminta pelanggan, minta kepada toko kertas untuk memotong kertas sesuai dengan final output yang diinginkan ditambah margin untuk percetakan
7. Bawa kertas yang sudah Anda beli beserta film separasi warna dan plat cetak kepada percetakan, buat tanda terima dan perintah kerja, termasuk masalah harga dan janji tanggal penyelesainnya.
Persaingan Bisnis Percetakan dan desain sudah sangat banyak, namun jangan khawatir, rezeki Anda Allah Ta’ala yang menentukan, Anda hanya diperintahkan untuk berusaha dengan memperbaiki mata pencaharian dan bertakwa, agar rezeki turun.
pengusahamuslim.com

Tips Peluang Usaha Percetakan

Percetakan adalah salah satu jenis usaha yang cantik dan baik untuk dilirik :)
Mengapa saya berpendapat demikian?
Karena dari pengamatan saya selama ini, walaupun semakin hari orang yang membangun bisnis percetakan semakin bertambah, tetapi konsumen atau pasarnya juga semakin terbuka lebar, sehingga hal tersebut merupakan sebuah peluang usaha yang sangat besar.
Coba kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, kemanapun dan dimanapun kita arahkan pandangan, pasti hampir semua produk atau barang hasil dari percetakan akan selalu ada, misalnya: buku-buku, nota/faktur yang biasa kita peroleh sewaktu belanja di toko atau supermarket, kwitansi, dus-dus kemasan makanan atau kemasan barang-barang lainnya, tas jinjing (hand bag/shopping bag), kartu nama, kartu undangan, kalender, hang tag atau label, kop surat, amplop, sticker, poster, ID card, brosur, leaflet, company profil, majalah, bulletin, tabloid, spanduk, reklame dan lain sebagainya.
Percetakan juga merupakan jenis usaha yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai modal peralatan Mesin Percetakan. Hal tersebut dikarenakan banyak sekali percetakan-percetakan yang mempunyai peralatan mesin percetakan yang menyediakan jasa makloon untuk orang-orang yang tidak mempunyai peralatan, dengan biaya yang relatif rendah (harga rekanan). Bahkan jika seseorang telah berpengalaman dalam jenis usaha ini, maka tanpa modal uang (modal dengkul) sekalipun… usaha ini bisa dilakukan.
Bagi Anda yang tertarik dan berminat untuk menekuni usaha percetakan, maka beberapa cara dalam pengerjaan cetak ini bisa menjadi pilihan Anda:
* Pengerjaan dengan Mesin Percetakan offset
* Pengerjaan dengan teknik sablon
* Pengerjaan dengan teknik digital printing
* dan sebagainya.
Dan biasanya keuntungan yang didapat lumayan juga lho…!
Selamat mencoba, semoga bermanfaat…!!!


dikutip dari : http://sijanggut.blogdetik.com/tag/usaha-percetakan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar