} -->

22

Alfajar Kuala kapuas di face Book

Selasa, 08 Mei 2012

Menghias Hati Dengan Menangis

“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Bukhari dan Muslim) 

Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain

Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung

Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.

Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

Menyadari bahwa syurga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit

Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam syurga. Fikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk syurga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahawa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk syurga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.

Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih syurga.

Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Al-baqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih

Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.

“Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (Bukhari dan Muslim)

Selasa, 10 April 2012

Ciri-ciri Gejala Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak menyebabkan kematian. Mengapa? Salah satu alasannya adalah terlambatnya pasien mencari bantuan saat gejala mulai muncul. Gejala gangguan jantung, menurut pakar, seringkali sulit dikenali sehingga membuat pasien mengabaikannya. Karena sulit mengenali gejala, para dokter menganjurkan agar Anda berhenti mengabaikan gejala yang berpotensi. Jika mengalami satu gejala tertentu, ada baiknya segera memeriksakan diri.

Berikut 12 gejala yang kemungkinan menunjukkan adanya gangguan jantung. Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, ada baiknya memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter:

1. Khawatir/gelisah
Serangan jantung bisa menyebabkan kecemasan intens atau ketakutan akan kematian. Orang-orang yang selamat dari serangan jantung seringkali melaporkan mengalami sensasi ‘sepertinya ajal akan datang’.

2. Rasa tidak nyaman di dada
“Rasa sakit di dada merupakan gejala klasik serangan jantung dan gejala nomor satu yang biasanya kita cari,” terang Jean C. McSweeney PhD RN dari University of Arkansas for Medical Sciences College of Nursing. Akan tetapi, terang McSweeney, tidak semua serangan jantung menyebabkan sakit di dada. Sakit di dada bisa disebabkan oleh gangguan yang tidak terkait dengan jantung.

Bagaimana membedakannya? Rasa sakit di dada terkait jantung seringkali berpusat di bawah tulang dada, sedikit ke arah kiri. Rasa sakitnya digambarkan seolah-olah ‘ada gajah yang duduk di dada’. Selain itu, bisa juga berupa sensasi tidak nyaman akibat adanya tekanan, dorongan atau perasaan penuh.”Seringkali perempuan hanya merasakan sakit ringan,” terang McSweeney, seperti dikutip situs webmd.com.

Selain itu, perempuan seringkali mengalami sensasi seperti terbakar di dada, bukan tekanan atau rasa sakit. “Kadang-kadang orang mengira kalau gejala tersebut disebabkan oleh gangguan lambung,” terang Nieca Goldberg MD dari NYU Langone Medical Center di New York City.

3. Batuk
Batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala gagal jantung, dipicu oleh penumpukan cairan di paru-paru. Pada beberapa kasus, orang-orang dengan gagal jantung batuk berdahak disertai darah.

4. Pusing
Serangan jantung bisa menyebabkan kepala terasa ringan dan kehilangan kesadaran.

5. Keletihan
Di kalangan perempuan khususnya, keletihan yang tidak biasa bisa muncul selama serangan jantung serta beberapa hari atau minggu sebelum serangan jantung. Selain itu, perasaan lelah sepanjang waktu bisa menjadi gejala gagal jantung.

Apa bedanya dengan keletihan biasa? “Jika Anda merasa tidak sehat, segeralah memeriksakan diri. Membuang-buang waktu sangat berbahaya,” terang Goldberg.

6. Mual dan kurang selera makan
Banyak orang yang mengalami sakit perut atau muntah saat mengalami serangan jantung. Dan pembengkakan perut terkait gagal jantung bisa mengganggu selera makan.

7. Rasa sakit di bagian lain tubuh
Pada sebagian besar serangan jantung, rasa sakit mulai di dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang atau perut. Tapi pada beberapa kasus, pasien tidak mengalami rasa sakit di bagian dada, hanya rasa sakit di area tubuh lainnya. Rasa sakitnya bisa datang dan pergi.

Laki-laki yang mengalami serangan jantung seringkali merasakan sakit di lengan kiri. Sedang pada perempuan, rasa sakit cenderung terasa di kedua lengan atau di antara tulang belikat.

8. Denyut nadi cepat atau tidak teratur.
Dokter menyatakan bahwa Anda tidak perlu mencemaskan detak jantung yang kadang-kadang melompat. Tapi denyut nadi yang cepat atau tidak teratur, khususnya jika diikuti dengan perasaan lemah, pusing atau sesak napas, bisa menandakan adanya serangan jantung, gagal jantung atau aritmia. Jika tidak ditangani, beberapa aritmia bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, atau kematian tiba-tiba.

9. Sesak napas
Orang-orang yang merasa kehabisan napas saat istirahat atau melakukan aktivitas ringan kemungkinan memiliki gangguan pernapasan seperti asma atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Tapi, sesak napas juga bisa menjadi pertanda serangan atau gagal jantung.

“Kadang-kadang, orang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan adanya tekanan atau rasa sakit di dada. Mereka hanya benar-benar merasakan sesak napas,” terang Goldberg.”Rasanya seperti lari maraton padahal Anda sama sekali tidak bergerak.” Selama serangan jantung, sesak napas seringkali ditemani rasa tidak nyaman di dada. Tapi, sesak napas juga bisa muncul sebelum atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.

10. Berkeringat
Keringat dingin merupakan gejala umum serangan jantung. “Kemungkinan Anda sedang duduk saat tiba-tiba Anda benar-benar berkeringat seolah-olah baru bekerja keras,” terang David Frid MD seorang kardiolog dari Cleveland Clinic.

11. Pembengkakan
Gagal jantung bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini bisa memciu pembengkakan (sering terjadi di telapak kaki, mata kaki, kaki, atau perut). Kondisi ini juga bisa memicu penambahan berat badan tiba-tiba serta hilangnya selera makan.

12. Lemah
Sebelum atau selama terjadinya serangan jantung, beberapa orang mengalami perasaan lemah kronis tanpa sebab yang jelas.”Seorang pasien perempuan mengaku tidak bisa memegang selembar kertas di antara jarinya,” terang McSweeney.

Oleh: Ghina Shafirah, Curup-Bengkulu

by,fimadani.com

Siaran Langsung Audio MTQ Kalteng XXVI di Kuala Kapuas