Assalamualaikum Wrwb, Selamat Datang di Blog yang sangat sederhana ini, silahkan anda cari-cari apa yang anda butuhkan, semoga apa yang saya buat dan saya sajikan di blog ini bermanfaat untuk anda dan kita semua,, amiin,
Selasa, 11 Agustus 2015
Home - Beranda
Assalamualaikum Wrwb, Selamat Datang di Blog yang sangat sederhana ini, silahkan anda cari-cari apa yang anda butuhkan, semoga apa yang saya buat dan saya sajikan di blog ini bermanfaat untuk anda dan kita semua,, amiin,
Sabtu, 03 Januari 2015
Bunga Pakis Giwang
Tanaman Hias Kacang Tanah Mini
SI Kacang Tanah mini yang cantik, atau disebut "Arachis pintoi.. cocok untuk tanaman taman depan atau belakang rumah, atau untuk media penutup tanah seperti halnya rumput2 hias lainnya
Rincik Bumi, Sangga Langit, atau Cypress-Vine
Cypress-Vine atau disebut juga Rincik Bumi, atau tanaman tali-talian (Quamoclit Pennata) adalah merupakan tanaman hias merambat cantik, memiliki bunga merah, putih dan pink seperti bintang, yaitu salah satu family dari Convolvulaceae, tumbuh merambat setinggi satu sampai tiga meter, konon tanaman ini hidup antara 1 sampai 2 tahun saja,, tapi cantik kan??
cocok untuk pagar juga kenopi..Kamis, 02 Mei 2013
Mengurangi Stress dengan Tahajjud
“Dan pada sebagian malam hari, salat Tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS Al Isra: 79)
Sholat tahajjud merupakan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu. Ada banyak sekali keutamaan dan keistimewaan sholat tahajud ini. Suatu ketika malaikat Jibril mendatangi Rasulullah, lalu ia (malaikat Jibril) berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu akan mati, cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu akan berpisah dengannya, dan beramallah sekehendakmu karena kamu akan diberi balasan, dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya dan tidak merasa butuh terhadap manusia.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh al Hakim, dishahihkannya dan disepakati Adz Dzahabi).Rasulullah sendiri senantiasa sholat malam sampai kakinya bengkak-bengkak sebagai wujud rasa syukur beliau terhadap karunia Allah. Sholat tahajjud akan mendekatkan diri kita kepada Allah, menjauhkan dosa, juga sebagai sebab diangkatnya derajat seseorang. Maka tak heran jika Muhammad Al Fatih dan tentaranya mampu menaklukkan Konstantinopel “hanya” karena semua pasukannya tak pernah meninggalkan sholat wajib sejak baligh dan separuh diantaranya tak pernah meninggalkan sholat tahajjud sejak baligh.
Satu hal yang tak kalah penting, dunia medis sudah membuktikan manfaat sholat tahajud bagi kesehatan. Seperti diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam sebuah hadist, “Sholat Tahajjud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit.” Dr. Muhammad Sholeh dosen IAIN Surabaya pernah membuat penelitian desertasi berjudul “Pengaruh shalat Tahajjud terhadap peningkatan perubahan respon ketahanan tubuh imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi” dimana disimpulkan bahwa apabila kita melakukan shalat tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusyu’ niscaya akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker. How come?
Dalam tubuh kita terdapat korteks adrenal yang menghasilkan beberapa hormon, salah satu di antaranya adalah kortisol (biasa disebut hormon stress), suatu hormon yang berpengaruh pada sistem kardiovaskuler, keseimbangan metabolik, dan sistem imun. Kadar kortisol di dalam tubuh sangat fluktuatif menyesuaikan dengan irama sirkadian. Pola umum irama sirkadian adalah sekresi kortisol yang naik pada saat tengah malam dan menjelang pagi. Jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter.
Kadar hormon ini juga akan meningkat manakala seseorang dalam keadaan stress. Ketika kita sedang mengalami depresi atau stress karena tekanan pekerjaan, aktivitas, atau diet yang ekstrem, kadar hormon kortisol dalam darah akan meningkat. Sebagai akibatnya, kortisol yang berlebih akan menyebabkan berkurangnya jumlah limfosit, suatu perangkat sistem imun dalam tubuh. Apabila sistem imun dalam tubuh berkurang, maka akan mudah sekali tubuh ini terserang berbagai macam penyakit.
Sholat tahajjud terbukti mampu menurunkan kadar kortisol pada saat puncak sekresinya yaitu di atas jam 00.00 atau tengah malam. Pada tengah malam, irama sirkadian memungkinkan hormon kortisol ini berada pada kondisi yang tinggi. Apabila seseorang bangun malam untuk sholat tahajjud dengan niat yang ikhlas, maka akan terbentuk energi positif yang dahsyat bersumber dari komunikasi kita kepada Allah. Hal ini akan berimplikasi pada ketenangan batin terbebas dari permasalahan duniawi sehingga mengurangi derajat stress seseorang. Pada kondisi demikian, secara otomatis hormon kortisol yang diproduksi pun akan menurun sehingga tidak berdampak buruk pada sistem imun.
Logikanya jika usai mengerjakan sholat malam malah sakit, perlu dicurigai kita tidak ikhlas menjalankannya. Ketika seseorang tidak ikhlas dalam beribadah, sudah dapat dipastikan kita tidak mendapatkan faedah dari ibadah itu sendiri. Sehingga tidak muncullah perasaan tenang itu, yang berarti kita gagal mempengaruhi irama sirkadian untuk menurunkan sekresi hormon kortisol. Maka ibadah haruslah ikhlas, juga benar melaksanakannya agar kita mendapatkan manfaat dari ibadah yang kita lakukan.
Wallahu a’lam
By, fimadani
Oleh: Puji Lestari
Mahasiswi Fakultas Farmasi UGM minat Pharmacy Science & Industri. Sedang sibuk dengan penelitian obat antikanker THPGV-0, juga belajar banyak hal di sebuah apotek di Jogja. Hobi nulis apa saja di blog dan sangat terinspirasi oleh hujan. Berharap agar bisa bermanfaat bagi orang lain dimanapun berada.
Sabtu, 27 April 2013
Durhaka Kepada Orang Tua merupakan Dosa Besar
Allah ta’ala berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya.” (Al-Isra’: 23) Berbuat baik kepada kedua orang tuamu artinya, memberikan bakti dan kasih sayang kepada keduanya.
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan: ‘Ah..’ (AI-Isra’: 23)
Jangan mengatakan “Ah..” artinya, janganlah berkata-kata kasar kepada keduanya jika mereka telah tua dan lanjut usia. Selain itu, wajib bagimu untuk memberikan pengabdian (berbakti) kepada mereka sebagaimana mereka berdua telah memberikan pengabdian kepadamu. Sesungguhnya, pengabdian orang tua kepada anaknya adalah lebih tinggi dari pada pengabdian anak kepada orang tuanya. Bagaimana mungkin kedua pengabdian itu bisa disamakan? ketika kedua orang tuamu menahan segala derita mengharapkan agar kamu bisa hidup, sedangkan jika kamu menahan derita karena kedua orang tuamu, kamu mengharapkan kematian mereka
Allah melanjutkan firman-Nya, “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al-Isra’: 23) Yakni ucapan yang lemah lembut.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’ (AI-Isra’:24)
Allah Ta’ala berfirman, “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah engkau akan kembali.” (Luqman: 14)
Perhatikanlah -semoga Allah merahmatimu- bagaimana Allah mengaitkan rasa syukur kepada kedua orang tua dengan syukur kepada-Nya.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ada tiga ayat yang diturunkan dan dikaitkan dengan tiga hal, tidak diterima salah satunya jika tidak dengan yang dikaitkannya:
- Firman Allah Ta’ala, `Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul’. Maka barangsiapa taat kepada Allah namun tidak taat kepada Rasul, ketaatannya tidak diterima.
- Firman Allah Ta’ala, `Dan dirikanlah shalat serta tunaikan zakat’. Maka barangsiapa melakukan shalat namun tidak mengeluarkan zakat, tidaklah diterima.
- Firman Allah Ta’ala, ‘Agar kamu bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.’ Barangsiapa bersyukur kepada Allah namun tidak bersyukur kepada kedua orang tua, tentu saja tidak diterima hal itu. Oleh karena itulah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Keridhaan Allah ada di dalam keridhaan kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua. (Diriwayatkan Tirmidzi dari hadits Abdullah bin Amr, hadits ini diperkuat oleh hadits Abu Hurairah).
Dalam sebuah hadits disebutkan, Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta izin untuk jihad (fardhu kifayah). Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah bapak ibumu masih hidup?”O itu menjawab, “Ya.” Maka kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah kamu berbakti kepada keduanya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Lihatlah bagaimana berbuat baik dan memberikan pelayanan kepada kedua orang tua lebih diutamakan daripada jihad!
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Maukah aku beritahu kalian tentang dosa besar yang paling besar? Yakni menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.”
Lihatlah bagaimana Allah mengaitkan antara menyakiti kedua orang tua, tidak adanya bakti kepada mereka dengan dosa syirik kepadaNya.
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim juga, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang durhaka (kepada kedua orang tua), orang yang menyebut-nyebut kebaikannya, dan yang kecanduan khamr.”
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika Allah mengetahui sesuatu yang lebih hina dari ah’ niscaya Allah akan melarangnya. Maka berbuatlah orang yang durhaka (kepada orang tua) semaunya, pastilah ia tidak akan masuk surga. Dan berbuatlah orang yang berbakti kepada orang tua semaunya, tidaklah ia masuk neraka”
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah melaknat orang yang durhaka kepada orang tua, Beliau bersabda lagi, Allah melaknat orang orang yang mencaci bapaknya. Allah melaknat orang yang mencaci ibunya. (Diriwayatkan lbnu Hibban dalam shahihnya dari hadits Ibnu Abbas). Beliau bersabda, Semua dosa ditunda (siksanya) oleh Allah semau-Nya hingga hari Kiamat kecuali durhaka kepada orang tua. Sesungguhnya dosa durhaka disegerakan (siksanya) bagi pelakunya” (Diriwayatkan Hakim dari hadits Abu Bakar dengan sanad yang baik).
Yakni hukumannya di dunia sebelum hari Kiamat.
Ka’abul Ahbar Rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah menyegerakan kehancuran bagi seorang hamba jika ia durhaka kepada orang tuanya. Kehancuran itu merupakan siksaan baginya. Dan sesungguhnya Allah menambah umur orang yang berbakti kepada orang tua agar bertambah pengabdian dan kebaikannya kepada mereka.”
Di antara bentuk pengabdian adalah memberi nafkah kepada mereka di saat mereka membutuhkan. Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata, Wahai Rasulullah, ayahku ingin merampas hartaku. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Kamu dan hartamu untuk bapakmu”
Ka’abul Ahbar ditanya tentang durhaka kepada orang tua, “Apakah itu?” Ia menjawab, “Yaitu jika ayah atau ibunya menyumpahinya, ia tidak mempedulikannya. Jika mereka menyuruhnya, ia tidak mentaatinya. Jika meminta sesuatu kepadanya, ia tidak memberinya. Dan jika diberi amanat, ia mengkhianatinya”
lbnu Abbas radhiyallahu anhuma ditanya tentang Ashabul-A’raf. Ia menjawab, Adapun A’raf, ia adalah sebuah gunung di antara surga dan neraka. Dikatakan A’raf karena ia lebih tinggi daripada surga dan neraka. Di sana terdapat pepohonan, buah-buahan, sungai, dan mata air. Adapun orang-orang yang menempatinya, mereka yang dulunya pergi berjihad tanpa izin dari ayah dan ibu mereka. Kemudian mereka terbunuh dalam jihad itu dan kesertaannya dalam perang itu menghalanginya dari siksa neraka. Sedangkan kedurhakaan kepada orang tua menghalanginya untuk masuk surga. Maka mereka bertempat di Araf tersebut hingga Allah memutuskan urusan mereka.
Dalam kedua kitab Shahih diriwayatkan, “Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang berhak mendapatkan perlakuan baik?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, “Ibumu.” Beliau bertanya, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Ia menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, kemudian siapa? Beliau menjawab, “Ayahmu. Kemudian yang paling dekat dan yang paling dekat.”
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengulangi kewajiban berbakti kepada seorang ibu hingga tiga kali sedangkan berbakti kepada ayah satu kali. Hal itu disebabkan karena derita yang dialami seorang ibu lebih besar dari pada yang dialami seorang ayah dan kasih sayang yang diberikannya juga lebih besar daripada ayah. Belum lagi kalau dibandingkan dengan beratnya mengandung, kontraksi, melahirkan, menyusui, dan berjaga malam.
Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma melihat seseorang seseorang sedang memanggul ibunya dengan lehernya sambil mengelilingi Ka’bah. Orang itu bertanya, “Hai Ibnu Umar, apakah dengan demikian berarti aku telah membalasnya?” Ibnu Umar menjawab, “Belum sedikit pun kamu membalasnya, namun kamu telah berbuat baik kepadanya. Dan Allah akan membalas atas sedikit kebaikanmu dengan balasan yang banyak”
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada empat orang yang Allah harus tidak memasukkan mereka ke dalam surga dan tidak mereka mencicipi kenikmatannya: orang yang kecanduan terhadap khamr, pemakan riba, orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, dan orang yang durhaka kepada kedua orang tua kecuali jika mereka telah bertaubat” (Diriwayatkan Hakim dengan sanad shahih, namun Al-Mundziri mengatakan bahwa pada sanad hadits ini terhadap Ibrahim bin Khaitsam yang haditsnya matruk, tertinggal dan tidak diakui).
Seseorang datang kepada Abu Darda’ Radhiyallahu Anhu dan berkata, “Hai Abu Darda’, sesungguhnya aku menikahi seorang wanita dan ibuku menyuruhku untuk menceraikannya.” Abu Darda’ berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda. “Orang tua adalah pintu tengahnya surga, jika kamu mau, hilangkan saja pintu atau jagalah”.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga doa yang terkabulkan dan tidak ada keraguan padanya: doa orang yang didzalimi, doa orang yang bepergian, dan doa tidak baik orang tua terhadap anaknya.” (Diriwayatkan Tirmidzi, Abu Dawud, dan Thabrani).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang bibi berkedudukan sama dengan ibu.” Maksudnya dalam rangka rasa bakti, kebajikan, kemuliaan, hubungan, dan kebaikan. (Diriwayatkan Tirmidzi dan menilainya sebagai hadits shahih).
Dari Amr bin Murrah Al Juhani berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku melaksanakan shalat lima (waktu), aku berpuasa Ramadhan, menunaikan zakat, berhaji
ke Baitullah. Maka apa yang aku dapatkan?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, “Barangsiapa melakukan hal itu ia bersama para nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih. Kecuali jika ia durhaka kepada orang tuanya.” (Diriwayatkan Ahmad dan Thabrani).
ke Baitullah. Maka apa yang aku dapatkan?” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, “Barangsiapa melakukan hal itu ia bersama para nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang shalih. Kecuali jika ia durhaka kepada orang tuanya.” (Diriwayatkan Ahmad dan Thabrani).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah melaknat kepada orang yang durhaka kepada orang tuanya”
Juga diceritakan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda, “Pada malam ketika aku diisra’ kan aku melihat beberapa kaum yang bergelantungan pada dahan-dahan dari api. Aku bertanya, Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang mencaci ayah dan ibu mereka di dunia”
Diriwayatkan bahwa barangsiapa mencaci kedua orang tuanya akan didatangkan kepadanya di dalam kuburan bara dari api sejumlah setiap titik air yang turun dari langit ke bumi. Juga diriwayatkan bahwa jika seseorang durhaka kepada orang tuanya. Nanti setelah dikubur, ia akan dihimpit kuburan itu hingga tulang-tulang rusuknya berhimpit.
Yang paling keras siksanya pada hari Kiamat nanti tiga orang: Musyrik, pezina, dan yang durhaka kepada orang tua.
Seorang laki-laki dan perempuan datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka bertengkar tentang permasalahan anak mereka. Yang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, anakku ini keluar dari tulang rusukku.” Yang perempuan berkata, “Wahai Rasulullah, ia membawanya dengan ringan dan meletakkannya secara menyenangkan, sedangkan aku mengandungnya susah dan melahirkannya pun susah, aku juga menyusuinya dua tahun penuh.” Akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memutuskan anak itu untuk ibunya.
Nasihat
Wahai yang mengabaikan hak-hak mulia ini, yang enggan berbakti kepada kedua orang tua, bahkan durhaka kepada mereka. Wahai orang yang lupa akan kewajibannya, yang lalai kepada apa yang ada di depannya. Berbakti kepada kedua orang tua bagimu adalah agama, Anda menerlantarkan kewajiban ini dan mengekor kepada syahwat, menurut dugaanmu kamu mencari surga, padahal surga itu ada di bawah telapak kaki ibumu. Ia mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan yang terasa sembilan tahun. Ia menderita saat melahirkanmu, suatu penderitaan yang memilukan hati dan menyusuimu.
Demi kamu, kantuknya ditahan, dengan tangan kanannya ia membersihkanmu dari kotoran dan mara bahaya. Ia lebih mengutamakanmu dalam hal makanan. Ia menggunakan pangkuannya menjadi tempat landasanmu, memberikanmu kebaikan dan pertolongan. Jika sakit atau kepedihan menimpamu, ia menumpahkan rasa sayangnya secara habis-habisan. Kegelisahannya karenamu dan kegundahannya terus menemaninya, jika dermakan harta miliknya untuk mengobatimu ke dokter. Jika ia diberi pilihan antara hidupmu dan kematiannya, tentu ia akan memilih kehidupan bagimu dengan suaranya yang lantang. Inilah kasih sayang ibu.
Demi kamu, kantuknya ditahan, dengan tangan kanannya ia membersihkanmu dari kotoran dan mara bahaya. Ia lebih mengutamakanmu dalam hal makanan. Ia menggunakan pangkuannya menjadi tempat landasanmu, memberikanmu kebaikan dan pertolongan. Jika sakit atau kepedihan menimpamu, ia menumpahkan rasa sayangnya secara habis-habisan. Kegelisahannya karenamu dan kegundahannya terus menemaninya, jika dermakan harta miliknya untuk mengobatimu ke dokter. Jika ia diberi pilihan antara hidupmu dan kematiannya, tentu ia akan memilih kehidupan bagimu dengan suaranya yang lantang. Inilah kasih sayang ibu.
Sudah berapa kali kamu memperlakukannya secara kasar? Namun tetap saja ia mendoakanmu dalam kebaikan baik secara rahasia atau terang-terangan. Tatkala ia menua dan membutuhkan sesuatu kepadamu, rasanya ia menjadi beban paling berat bagimu. Kamu kekenyangan sedangkan ia kelaparan, kamu hilang rasa dahaga sedangkan ia kering kehausan. Kamu memberikan segala kebaikan kepada keluarga dan anak-anakmu di saat kamu melupakannya. Terasa berat bagimu urusannya, padahal ia mudah. Terasa panjang usianya bagimu padahal ia pendek. Kamu mengusirnya, sedangkan dada penolong selainmu. Ini sikapmu sedang Tuhanmu telah melarangmu mengatakan ‘ah’. Allah mencacimu karena hak-haknya yang kamu abaikan dengan cercaan halus, bahwa -dalam dunia kamu akan dibalas dengan kedurhakaan anak-anakmu, sedang di dalam akhirat kamu dijauhkan dari Tuhan semesta alam. Allah memanggilmu dengan hina dan ancaman, Itulah (hasil) dari tanganmu (perbuatanmuj, dan sesungguhnya Allah tidak berlaku dzalim kepada hamba-hamba-Nya. (AI-Hajj: 10).
Bagi ibumu terdapat banyak hak atasmu. Apa yang banyak menurutmu sesungguhnya sangatlah kecil sudah berapa malam ia merasa memberatkanmu dan kamu mengadukan perihalnya dengan rintih dan keluh Jika kamu tahu betapa berat saat ia melahirkanmu karena berat beban itu hati terasa terbang melayang. Betapa sering ia menjagamu dari mara bahaya dengan tangan kanannya. Dan pangkuannya pun menjadi ranjangmu Ia mengorbankan jiwanya demi keluhanmu Dari susunya keluar minuman suci bagimu Betapa sering kamu menderita kelaparan dan dengan sepenuh tenaga Ia memberikan kasih sayangnya kepadamu di waktu kecilmu.
Kasihan, mengapa orang cerdas mesti menuruti nafsunya Kasihan bagi yang buta hati sedangkan matanya melihat Berharaplah kamu terhadap semua doa-doanya karena terhadap apa yang didoakannya kamu membutuhkannya.
Dikisahkan bahwa terdapat seorang pemuda yang dikenal dengan nama Alqamah, ia banyak berusaha mewujudkan ketaatannya kepada Allah dalam shalat, puasa, dan sedekah. Lalu ia ditimpa penyakit hingga kondisinya sangat parah. Ia mengutus istrinya untuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Istrinya berkata, “Suamiku, Alqamah sedang sekarat.” Aku ingin memberitahukanmu wahai Rasulullah tentang keadaannya.
Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengutus Ammar dan Shuhaib serta Bilal sembari bersabda, “Pergilah kepadanya dan ajari ia syahadat.” Mereka pergi dan masuk ke tempatnya, mereka mendapatkannya telah sekarat. Para sahabat itu lalu mengajarinya mengucapkannya `la ilaha illallah’ sementara lidahnya kelu dan tidak bisa mengucapkannya. Lalu para utusan itu mengirim seseorang menemui Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam untuk memberitahukan kepada beliau bahwa lisannya tidak bisa mengucapkan kalimat syahadat.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya, “Apakah salah seorang dari kedua orang tuanya masih hidup?” Utusan itu menjawab, “Wahai Rasulullah, hanya ada seorang ibu yang sudah tua renta.” Rasulullah mengutus sahabat tersebut untuk menemui ibunya, beliau berkata kepadanya, “Katakan kepadanya, apakah ibu bisa berjalan menemui Rasulullah? Jika tidak bisa, tinggallah ibu di rumah hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam datang kepadamu.” Lalu utusan itu datang kepadanya dan mengatakan kepadanya apa yang dipesankan Rasulullah kepadanya.
lbu itu berkata, “Jiwaku untuk jiwanya sebagai tumbal, aku lebih berkewajiban untuk mendatanginya.” lbu itu bersandar kepada sebuah tongkat dan berdiri dengan bantuan tongkat itu untuk datang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau berkata kepadanya, “Wahai Ibu Alqamah, berlaku jujurlah kepadaku, dan jika kamu berbohong, sebenamya telah datang wahyu dari Allah kepadaku.”
Bagaimana keadaan anakmu Alqamah? Ia berkata, “Ya Rasulullah, ia banyak melaksanakan shalat, banyak puasa, dan bersedekah.” Rasulullah bertanya, “Lalu bagaimana dengan dirimu?” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku sedang marah kepadanya.” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya, “Mengapa begitu?” Ia menjawab, W”ahai Rasulullah, ia lebih mementingkan istrinya daripada aku dan ia durhaka kepadaku.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya kemarahan ibu Alqamah menjadi penghalang bagi lisan Alqamah untuk mengucapkan syahadat.” Beliau berkata lagi, “Ya Bilal, pergi dan ambillah untukku kayu bakar yang banyak!” Ibu itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau lakukan?” Rasulullah menjawab, “Aku akan membakamya dengan api itu di hadapanmu.” lbu itu berkata, “Wahai Rasulullah, hatiku tidak tahan melihat anakku dibakar di hadapanku.” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Wahai Ibu Alqamah, siksaan Allah lebih dahsyat dan lebih kekal. Jika kamu senang kalau Allah mengampuninya, ridhailah ia.”
“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, Alqamah tidak akan mendapatkan manfaat dengan shalatnya, puasanya, dan sedekahnya jika kamu masih marah kepadanya.” Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempersaksikan kepada Allah Ta’ala, para malaikat, dan semuanya, kaum Muslimin yang hadir bahwa aku kini telah ridha kepada anakku, Alqamah.” Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Pergilah wahai Bilal dan lihatlah apakah ia bisa mengucapkan Ia ilaha illallah atau tidak!” Bilal pergi dan terdengar dari dalam rumah Alqamah mengucapkan Ia ilaha illallah.
Bilal masuk dan berkata, “Wahai semuanya, sesungguhnya kemarahan ibunya menghalanginya untuk mengucapkan syahadat dan keridhaannya membuat lisannya mampu mengucapkannya.” Kemudian pada hari itu juga Alqamah meninggal, Rasulullah hadir dan memerintahkan untuk dimandikan, dikafani, dan dishalatkan. Beliau juga menghadiri pemakamannya, lalu beliau berdiri di bibir kuburannya dan bersabda, “Wahai sekalian kaum Muhajirin dan Anshar, barangsiapa yang lebih mementingkan istrinya dibandingkan ibunya, maka ia mendapatkan laknat dari Allah, para malaikat, dan semua manusia. Allah tidak akan menerima pengganti atau penebus kecuali ia bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla dan berbuat baik kepadanya serta memohon keridhaannya. Karena keridhaan Allah ada pada keridhaannya dan murka Allah ada pada murkanya.”[1]
Kita memohon kepada Allah agar berkenan memelihara kita dengan keridhaan-Nya dan menjauhkan kita dari kemurkaannya. Sesungguhnya Allah Mahamulia dan Maha Dermawan. Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.
__________________________________
[1] Kisah Alqamah ini palsu. Diriwayatkan oleh Al Uqaili dalam Adh Dhu’afa’ (3/461), Al Baihaqi (7892) dalam Asy Syu’ab Al Iman, Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at (3/87) dan Al Kharaithi (250) dari Abdullah bin Abi Aufa. Akan tetapi mereka tidak menyebutkan nama si fulan. … Walaupun Imam Adz Dzahabi sendiri yang menyebutkan kisah tersebut, namun beliau pula yang membatalkan kisah ini dalam Mizanul I’tidal. Meski demikian, beliau tetap mencantumkannya dalam kitab Al Kabair, dan andaikata beliau tidak mencantumkannya maka hal itu lebih baik.
by'http://www.fimadani.com/dosa-besar-durhaka-pada-ibu-dan-bapak/
Kamis, 07 Maret 2013
Kucing dan Kedudukannya Dalam Pandangan Islam
Banyak mitos yang bertebaran disetiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.
Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.
Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing
Pada abad ke-13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para Khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, Baybars Al Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam Perang Salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam.
Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul, hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.
Keistimewaan Kucing
Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah SAW berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
Fakta Ilmiah 1
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Fakta Ilmiah 2
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
Hasil yang Didapatkan
- Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
- Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
- Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
- Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
- Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
- Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Komentar Para Dokter Peneliti
- Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
- Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
- Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
- Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
- Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
- Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
- Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
- Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.
Fakta Ilmiah 3
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.
Fakta Ilmiah Tambahan
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R Al Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah yang menyebabkan mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing peliharaannya.
by, fimadani.com
Rabu, 06 Maret 2013
Tokoh-tokoh Idola Barat yang Akhirnya Memilih Islam
Bisa dikatakan, Amerika adalah kiblat dunia saat ini. Apa yang terjadi di Amerika selalu jadi indikator bagi negara-negara lain. Jika sektor ekonomi sedang lumpuh, bisa dipastikan ada banyak negara yang merasakan dampaknya. Termasuk jika berbicara tentang perkembangan Islam yang pengaruhnya sangat kuat terhadap negara lain.
Tokoh dan idola yang tersebar di banyak bidang menjadi sangat tertarik hingga akhirnya meyakini agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
Cassius Marcellus Clay Jr adalah nama asli dari Muhammad Ali, mantan petinju juara dunia kelas berat tiga kali berturut turut yang lahir di Kota Louisville, Negara Bagian Kentucky pada 17 Januari 1942. Dia tersohor dengan pukulan mematikan dan hampir seluruh kemenangannya berakhir dengan kalah telak di pihak lawan. Pukulan tanpa bayangannya mematikan, Ali menjadi pujaan rakyat Amerika pada zamannya. Namun dunia menjadi gempar saat dia memutuskan untuk bersyahadat hampir empat dekade silam. Ketaatannya pada Islam membawa pengaruh luar biasa bagi para penggemarnya, hingga membuat sebagian dari merekamengikuti jejak idolanya untuk berpindah keyakinan.
Putri Ali, Laila juga mengikuti jejak ayahnya baik dalam memilih karir maupun keyakinan. Mereka juga kerap mengerjakan shalat berjamaah di berbagai kesempatan seperti dilansir situsislamicproverb.net.
Penyanyi pop Inggris yang menjadi legenda pada eranya, terlahir dengan nama Steven Demetre Georgiou, atau lebih akrab dengan panggilan Cat Stevens, memutuskan untuk berhijrah ke Islam pada tahun 1977 dan mengganti namanya menjadi Yusuf Islam. Ia sangat mengidolakan nama Joseph (Yusuf), dan sangat suka dengan kisah yang tertuang pada surat Yusuf dalam Al Quran.
Di bidang olahraga basket, tercatat nama Karim Abdul Jabar. Sebelumnya, ia terlahir dengan nama Ferdinand Lesi Alcindor dari keluarga penganut Katolik Roma yang taat. Mulanya, keputusan itu cukup membuat seluruh keluarga terkejut, namun akhirnya mereka mendukung apa yang dilakukan Jabar.
Beralih ke bidang olahraga bola sepak, yang jika diamati, setiap tahun selalu bertambah dan bermunculan bintang-bintang lapangan hijau dengan nama dan nuansa Islam. Bukan sekedar menghiasai daftar pemain, tapi mereka juga menjadi andalan, seperti Mesut Ozil, Sami Khedira, Lassana Diarra, Nuri Sahin, dan Hamit Altintop. Tak bisa dipungkiri, keberadaan mereka menjadikan fans Real Madrid dari kalangan muslim bertambah. Demi menghormati keberadaan para pemain dan supporter muslim, Real Madrid sampai menghapus tanda salib dari logonya.
Selain Real Madrid, ada banyak klub besar lainnya juga dihuni oleh pemain-pemain muslim. Hal ini memaksa klub-klub itu memberikan kebijakan khusus bagi pemainnya, dalam latihan maupun pertandingan besar sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.
Jumlah penyanyi rap tersohor yang memutuskan untuk memeluk Islam juga semakin banyak. Sebut saja Snoop Dogg, Busta Rhymes, Mos Def, hingga Ice Cube. Kakak kandung King of Pop Michael Jackson, yang juga seorang musisi, Jermaine Jackson, menyatakan menjadi muslim setelah menikah dengan Halima Rashid, pengusaha perempuan asal Afghanistan pada awal tahun 2000, seperti dikutip majalah Rolling Stone.
Angka ini belum ditambah dengan mereka yang menaruh empati penuh pada Islam, seperti penyanyi rap perempuan fenomenal Eve dan Erykah Badu, keduanya mengaku telah mendalami Islam, namun belum menemukan pembimbing yang tepat untuk menuntun mereka berpindah keyakinan.
dikutip dari : http://www.fimadani.com/tokoh-tokoh-idola-barat-yang-akhirnya-memilih-islam/
Tokoh dan idola yang tersebar di banyak bidang menjadi sangat tertarik hingga akhirnya meyakini agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
Cassius Marcellus Clay Jr adalah nama asli dari Muhammad Ali, mantan petinju juara dunia kelas berat tiga kali berturut turut yang lahir di Kota Louisville, Negara Bagian Kentucky pada 17 Januari 1942. Dia tersohor dengan pukulan mematikan dan hampir seluruh kemenangannya berakhir dengan kalah telak di pihak lawan. Pukulan tanpa bayangannya mematikan, Ali menjadi pujaan rakyat Amerika pada zamannya. Namun dunia menjadi gempar saat dia memutuskan untuk bersyahadat hampir empat dekade silam. Ketaatannya pada Islam membawa pengaruh luar biasa bagi para penggemarnya, hingga membuat sebagian dari merekamengikuti jejak idolanya untuk berpindah keyakinan.
Putri Ali, Laila juga mengikuti jejak ayahnya baik dalam memilih karir maupun keyakinan. Mereka juga kerap mengerjakan shalat berjamaah di berbagai kesempatan seperti dilansir situsislamicproverb.net.
Penyanyi pop Inggris yang menjadi legenda pada eranya, terlahir dengan nama Steven Demetre Georgiou, atau lebih akrab dengan panggilan Cat Stevens, memutuskan untuk berhijrah ke Islam pada tahun 1977 dan mengganti namanya menjadi Yusuf Islam. Ia sangat mengidolakan nama Joseph (Yusuf), dan sangat suka dengan kisah yang tertuang pada surat Yusuf dalam Al Quran.
Di bidang olahraga basket, tercatat nama Karim Abdul Jabar. Sebelumnya, ia terlahir dengan nama Ferdinand Lesi Alcindor dari keluarga penganut Katolik Roma yang taat. Mulanya, keputusan itu cukup membuat seluruh keluarga terkejut, namun akhirnya mereka mendukung apa yang dilakukan Jabar.
Beralih ke bidang olahraga bola sepak, yang jika diamati, setiap tahun selalu bertambah dan bermunculan bintang-bintang lapangan hijau dengan nama dan nuansa Islam. Bukan sekedar menghiasai daftar pemain, tapi mereka juga menjadi andalan, seperti Mesut Ozil, Sami Khedira, Lassana Diarra, Nuri Sahin, dan Hamit Altintop. Tak bisa dipungkiri, keberadaan mereka menjadikan fans Real Madrid dari kalangan muslim bertambah. Demi menghormati keberadaan para pemain dan supporter muslim, Real Madrid sampai menghapus tanda salib dari logonya.
Selain Real Madrid, ada banyak klub besar lainnya juga dihuni oleh pemain-pemain muslim. Hal ini memaksa klub-klub itu memberikan kebijakan khusus bagi pemainnya, dalam latihan maupun pertandingan besar sehingga mereka bisa tetap menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.
Jumlah penyanyi rap tersohor yang memutuskan untuk memeluk Islam juga semakin banyak. Sebut saja Snoop Dogg, Busta Rhymes, Mos Def, hingga Ice Cube. Kakak kandung King of Pop Michael Jackson, yang juga seorang musisi, Jermaine Jackson, menyatakan menjadi muslim setelah menikah dengan Halima Rashid, pengusaha perempuan asal Afghanistan pada awal tahun 2000, seperti dikutip majalah Rolling Stone.
Angka ini belum ditambah dengan mereka yang menaruh empati penuh pada Islam, seperti penyanyi rap perempuan fenomenal Eve dan Erykah Badu, keduanya mengaku telah mendalami Islam, namun belum menemukan pembimbing yang tepat untuk menuntun mereka berpindah keyakinan.
dikutip dari : http://www.fimadani.com/tokoh-tokoh-idola-barat-yang-akhirnya-memilih-islam/
Jumat, 07 September 2012
MANA YANG LEBIH BAIK: Berjilbab tetapi Berakhlak Buruk atau Tidak Berjilbab tetapi Berakhlak Baik
“Mendingan tidak usah berjilbab aja, daripada kaya si A berjilbab tapi masih sering berbuat maksiat.”
”Kalau belum siap berjilbab, mendingan ga usah pakai dulu!”
”Saya belum bisa memperbaiki perilaku saya, saya belum siap pakai jilbab jadi saya nanti aja pakai jilbabnya.”
”Saya sebenarnya pengen mamakai jilbab, tetapi masih belum siap.”
”Saya sebenarnya pengen mamakai jilbab, tetapi malu belum terbiasa.”
Mungkin kita sering mendengar perkataan-perkataan seperti di atas atau yang sejenisnya. Dimana pernyataan atau pandangan-pandangan seperti di atas menjadikan seorang akhwat tidak atau menunda untuk berjilbab.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ada di antara para muslimah yang sudah memakai jilbab ada yang masih melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak mencerminkan moral atau akhlak islam. Hal inilah yang kemudian memunculkan banyak pandangan-pandangan di masyarakat yang berpendapat seperti di atas. Mereka bersikap sinis dan pesimis terhadap jilbab.
Salah satu pandangan yang banyak kita jumpai di masyarakat adalah adanya pandangan yang mengatakan bahwa ”Lebih baik kalau belum siap tidak usah pakai jilbab dulu, daripada berjilbab tetapi masih melakukan perbuatan-perbuatan maksiat atau berakhlak buruk”. Pandangan inilah yang juga sering mengecoh para muslimah sehingga menolak atau menunda melaksanakan kewajibannya dalam mengenakan jilbab. Kalau kita cermati pandangan semacam ini, kita bisa analisis sebagai berikut:
Ada dua pernyataan yang bisa kita tarik dari pandangan tersebut, yaitu:
- Berjilbab tetapi berakhlak buruk Para muslimah yang berjilbab tetapi masih banyak juga melanggar syariat-syariat islam yang lainnya.
- Tidak berjilbab tetapi berakhlak baik Para wanita yang tidak atau belum berjilbab tetapi tidak melanggar syariat-syariat islam yang lainnya, kecuali jilbab.
Pandangan yang seperti di atas menganggap bahwa pernyataan b lebih baik daripada pernyataan a. Apakah benar demikian? Atau Manakah di antara kedua hal tersebut yang lebih baik?
Jawabannya adalah tidak ada lebih baik dari dua hal tersebut. Tidak ada yang lebih dari dua alternatif pelanggaran, karena dari keduanya memang tidak ada yang baik. Ketika seorang muslimah telah baligh atau dewasa maka wajib baginya untuk berjilbab. Adapun masalah moral atau akhlak itu adalah perkara yang lain dimana ada hukum tersendiri yang mengaturnya. Mungkin yang harus kita imani terlebih dahulu adalah bahwasanya berjilbab adalah kewajiban yang mutlak bagi seorang muslimah dewasa. Banyak dalil-dalil tentang kewajibab berjilbab,
”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al Ahzab (33): 59]
” Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS.AnNur(24) : 31]
Sabda Rasulullah shallallahu ’alahi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ’Aisyah, katanya:
”Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini.” Rasulullah Shallahllahu ’alaihiwassalam berkata sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri.
Yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana menggunakan jilbab secara benar atau sesuai syar’i. Karena kalau kita lihat di masyarakat, banyak para muslimah yang mengunakan jilbab belum sesuai dengan kriteria-kriteria syariat. Banyak kita dengar istilah ”jilbab gaul”, ”jilbab modis”, dan sebagainya yang mungkin bisa saya katakan bahwa yang demikian itu tidak bisa disebut dengan jilbab. Oleh karena itu hendaknya setiap muslimah yang memakai jilbab, pelajari bagaimana kriteria-kriteria jilbab yang sesuai dengan syariat.
Jilbab yang sudah dikenakan dengan benar, insya Allah akan memberikan pengaruh besar untuk melakukan kebaikan, sedangkan menanggalkannya bisa membuka peluang besar bagi jalannya bermacam-macam maksiat. Karena pada dasarnya tidak berjilbab merupakan kemaksiatan. Walaupun jilbab itu tidak menutup kemungkinan negatif dan bukan menjamin kebaikan seluruhnya tetapi dampak positif yang dicapai oleh wanita berjilbab jauh lebih baik dibanding wanita yang tidak berjilbab. Sebab wanita yang berjilbab itu telah memperoleh sebagian dari kebaikan/keutamaan sedangkan kebaikan lainnya harus dipenuhi dengan kewajibab lainnya. Adapun kebaikan itu muncul dari pancaran ilmu, iman dan takwanya kepada Allah subhanahu wata’ala.
Lalu bagaimana dengan wanita yang belum berjilbab tetapi bukan karena menolak melainkan menunda-nunda dengan berbagai alasan seperti malu masih belum terbiasa, belum siap, atau nanti saja dan lain-lain?
Bagi saudari-saudariku yang masih menunda-nunda berjilbab hendaklah menyadari bahwasanya umur dan ajal bisa datang kapan saja. Kita tidak tahu kapan malaikat maut mencabut nyawa kita. Apa tahun depan? Bulan depan? Besok? Atau mungkin satu jam lagi. Ingatlah kematian saudariku yang datangnya tiba-tiba. Hendaknya kita segera bertaubat dan mulailah kenakan jilbab dengan benar. Allah tidak akan menerima taubat seseorang ketika tiba ajalnya, dan ajal itu tidak akan dapat diundurkan atau dimajukan.
Rasulullah Shallallahu ’alahi wassalam membenci orang-orang yang merasa panjang umur, dengan sabdanya,
”Sesungguhnya yang paling aku takuti atas umatku ialah hawa nafsu yang masih merasa panjang umurnya. Adapun hawa nafsu yang menyesatkan manusia dari kebenaran dan hawa nafsu yang masih merasa panjang umurnya (panjang angan-angan) semua itu akan lupa pada hari akhir.”
Wallahu’alam
Rabu, 05 September 2012
Sebuah Taubat Yang Sempurna
Suatu hari, Rasulullah sedang duduk di dalam masjid bersama para sahabat. Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang kemudian masuk ke dalam masjid. Dengan ketakutan, wanita tersebut mengaku kepada Rasulullah bahwa dia telah berzina. Mendengar hal itu, memerahlah wajah Rasulullah SAW seperti hampir meneteskan darah. Kemudian beliau bersabda kepadanya, “Pergilah, hingga engkau melahirkan anakmu.”
Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Dihari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya, dan berkata kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina"
Rasulullah melihat kepada anak wanita tersebut, dan bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”
Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi kerumahnya.
Tiga tahun lebih berlalu, namun si wanita tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”
Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir disana, “Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga".
Sesaat kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Setelah wanita tersebut meninggal, beliaupun menshalatinya.
Melihat hal tersebut, umar Bin Khatab merasa sangat heran sekali. Beliau berkata: “Engkau menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!.”
Rasulullah kembali bersabda: “Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)
Saudariku, tidak ada manusia yang tidak berdosa. Namun belajar dari kesalahan dan keteguhan hati wanita itu untuk bertaubat, maka yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki kesalahan kita dengan sebuah action nyata, tanpa harus berhenti hanya sekedar pada rasa menyesal saja.
Manusia memanglah tempatnya salah dan lupa. Namun Allah SWT tetap tiada henti menjadi yang Maha Pengasih dan Pemaaf.
Dan di bulan mulia ini, adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT, agar kita bisa melepaskan diri dari semua kekotoran dosa- dosa kita. Saatnya melakukan yang terbaik, karena kita bahkan tidak bisa menjamin bahkan untuk diri kita sendiri, kalau esok hari kita masih bisa mendapatkan kesempatan hidup seperti hari ini. Semoga Allah selalu mengampuni dosa- dosa kita.
Sembilan bulan berlalu, wanita itu akhirnya melahirkan. Dihari pertama nifasnya, dia datang kembali membawa anaknya, dan berkata kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina"
Rasulullah melihat kepada anak wanita tersebut, dan bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”
Dengan sedih, wanita itu akhirnya kembali lagi kerumahnya.
Tiga tahun lebih berlalu, namun si wanita tetap tidak berubah pikiran. Dia datang kembali kepada Rasulullah untuk bertaubat. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”
Rasulullah SAW bersabda kembali kepada semua yang hadir disana, “Siapa yang mengurusi anak ini, maka dia adalah temanku di surga".
Sesaat kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Setelah wanita tersebut meninggal, beliaupun menshalatinya.
Melihat hal tersebut, umar Bin Khatab merasa sangat heran sekali. Beliau berkata: “Engkau menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina!.”
Rasulullah kembali bersabda: “Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, yang seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)
Saudariku, tidak ada manusia yang tidak berdosa. Namun belajar dari kesalahan dan keteguhan hati wanita itu untuk bertaubat, maka yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki kesalahan kita dengan sebuah action nyata, tanpa harus berhenti hanya sekedar pada rasa menyesal saja.
Manusia memanglah tempatnya salah dan lupa. Namun Allah SWT tetap tiada henti menjadi yang Maha Pengasih dan Pemaaf.
Dan di bulan mulia ini, adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT, agar kita bisa melepaskan diri dari semua kekotoran dosa- dosa kita. Saatnya melakukan yang terbaik, karena kita bahkan tidak bisa menjamin bahkan untuk diri kita sendiri, kalau esok hari kita masih bisa mendapatkan kesempatan hidup seperti hari ini. Semoga Allah selalu mengampuni dosa- dosa kita.
(Syahidah/voa-islam.com)
Kamis, 14 Juni 2012
Random Ayat Qur'an di Facebook
Aplikasi Random Ayat (Al-Qur’an) di facebook dikhususkan bagi pengguna muslim. Dengan menggunakan aplikasi ini, maka secara otomatis akan muncul potongan-potongan ayat dalam Al-Qura’an pada status fb Anda. Aplikasi ini cocok bagi Anda yang malas mengisi status tapi ingin tetap eksis. Anda dapat memilih apakah ayat yang akan dimunculkan memakai huruf arab, terjemahan Indonesia, atau kedua-duanya. Selain itu, Anda juga dapat mengatur waktu untuk menampilkan ayat random tersebut ke status Anda secara otomatis. Jadi bagi Anda yang malas update status tak perlu lagi repot-repot karena secara rutin dan otomatis aplikasi Random Ayat akan memunculkan potongan-potongan ayat dalam Al-Qur’an sebagai status Anda secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah Anda setting sebelumnya.Klik tombol dibawah untuk menuju TKP
Sumber : http://mampirbro.blogspot.com
Software Aplikasi Kacapi Elektronik Simulator
Kacapi simulator adalah software kacapi virtual yang dapat dimainkan pada laptop/komputer. Kacapi merupakan alat musik tradisional Sunda yang dimainkan sebagai alat musik utama dalam tembang Sunda atau mamaos Cianjuran dan kacapi suling. Kacapi simulator ini adalah buah karya dari anak Ex-IT SMA Negeri 1 Garut. Jika sobat tertarik ingin memainkan kapaci dari komputer/laptop sobat, silahkan langsung saja mendownload dan menjalankan langsung software kacapi simulator ini. Mari kita lestarikan budaya negeri sendiri. Kalau bukan kita yang melestarikan dan menjaga, siapa lagi?
Cara memainkannya:
Tekan tombol keyboard yang sesuai dengan kode senar kacapi untuk memulai membunyikan kacapi. Untuk membantu anda dalam membunyikan kacapi menggunakan keyboard, tekan gambar keyboard di tampilan utama untuk memunculkan tombol apa saja yang harus ditekan. Bisa membunyikan kacapi dengan menggunakan mouse, yaitu dengan cara meng-klik senarnya.
Semoga berguna dan bermamfaat
Klik tombol dibawah untuk menuju TKP
Download Kacapi Simulator (5,19 Mb): DOWNLOAD
dikutip dari http://mampirbro.blogspot.com
Tekan tombol keyboard yang sesuai dengan kode senar kacapi untuk memulai membunyikan kacapi. Untuk membantu anda dalam membunyikan kacapi menggunakan keyboard, tekan gambar keyboard di tampilan utama untuk memunculkan tombol apa saja yang harus ditekan. Bisa membunyikan kacapi dengan menggunakan mouse, yaitu dengan cara meng-klik senarnya.
Semoga berguna dan bermamfaat
Klik tombol dibawah untuk menuju TKP
Download Kacapi Simulator (5,19 Mb): DOWNLOAD
dikutip dari http://mampirbro.blogspot.com
Selasa, 08 Mei 2012
Menghias Hati Dengan Menangis
“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Bukhari dan Muslim)
Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.
Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain
Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.
Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”
Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.
Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung
Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.
Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”
Menyadari bahwa syurga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit
Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam syurga. Fikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk syurga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.
Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahawa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk syurga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.
Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih syurga.
Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Al-baqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih
Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.
“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)
Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.
“Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (Bukhari dan Muslim)
Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.
Menyadari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain
Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.
Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”
Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.
Menyadari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung
Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.
Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”
Menyadari bahwa syurga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit
Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam syurga. Fikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk syurga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.
Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahawa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk syurga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.
Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih syurga.
Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Al-baqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”
Menyadari bahwa azab Allah teramat pedih
Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.
“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)
Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.
“Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (Bukhari dan Muslim)
Selasa, 10 April 2012
Ciri-ciri Gejala Penyakit Jantung
Penyakit jantung merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak menyebabkan kematian. Mengapa? Salah satu alasannya adalah terlambatnya pasien mencari bantuan saat gejala mulai muncul. Gejala gangguan jantung, menurut pakar, seringkali sulit dikenali sehingga membuat pasien mengabaikannya. Karena sulit mengenali gejala, para dokter menganjurkan agar Anda berhenti mengabaikan gejala yang berpotensi. Jika mengalami satu gejala tertentu, ada baiknya segera memeriksakan diri.Berikut 12 gejala yang kemungkinan menunjukkan adanya gangguan jantung. Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, ada baiknya memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter:
1. Khawatir/gelisah
Serangan jantung bisa menyebabkan kecemasan intens atau ketakutan akan kematian. Orang-orang yang selamat dari serangan jantung seringkali melaporkan mengalami sensasi ‘sepertinya ajal akan datang’.
2. Rasa tidak nyaman di dada
“Rasa sakit di dada merupakan gejala klasik serangan jantung dan gejala nomor satu yang biasanya kita cari,” terang Jean C. McSweeney PhD RN dari University of Arkansas for Medical Sciences College of Nursing. Akan tetapi, terang McSweeney, tidak semua serangan jantung menyebabkan sakit di dada. Sakit di dada bisa disebabkan oleh gangguan yang tidak terkait dengan jantung.
Bagaimana membedakannya? Rasa sakit di dada terkait jantung seringkali berpusat di bawah tulang dada, sedikit ke arah kiri. Rasa sakitnya digambarkan seolah-olah ‘ada gajah yang duduk di dada’. Selain itu, bisa juga berupa sensasi tidak nyaman akibat adanya tekanan, dorongan atau perasaan penuh.”Seringkali perempuan hanya merasakan sakit ringan,” terang McSweeney, seperti dikutip situs webmd.com.
Selain itu, perempuan seringkali mengalami sensasi seperti terbakar di dada, bukan tekanan atau rasa sakit. “Kadang-kadang orang mengira kalau gejala tersebut disebabkan oleh gangguan lambung,” terang Nieca Goldberg MD dari NYU Langone Medical Center di New York City.
3. Batuk
Batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala gagal jantung, dipicu oleh penumpukan cairan di paru-paru. Pada beberapa kasus, orang-orang dengan gagal jantung batuk berdahak disertai darah.
4. Pusing
Serangan jantung bisa menyebabkan kepala terasa ringan dan kehilangan kesadaran.
5. Keletihan
Di kalangan perempuan khususnya, keletihan yang tidak biasa bisa muncul selama serangan jantung serta beberapa hari atau minggu sebelum serangan jantung. Selain itu, perasaan lelah sepanjang waktu bisa menjadi gejala gagal jantung.
Apa bedanya dengan keletihan biasa? “Jika Anda merasa tidak sehat, segeralah memeriksakan diri. Membuang-buang waktu sangat berbahaya,” terang Goldberg.
6. Mual dan kurang selera makan
Banyak orang yang mengalami sakit perut atau muntah saat mengalami serangan jantung. Dan pembengkakan perut terkait gagal jantung bisa mengganggu selera makan.
7. Rasa sakit di bagian lain tubuh
Pada sebagian besar serangan jantung, rasa sakit mulai di dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang atau perut. Tapi pada beberapa kasus, pasien tidak mengalami rasa sakit di bagian dada, hanya rasa sakit di area tubuh lainnya. Rasa sakitnya bisa datang dan pergi.
Laki-laki yang mengalami serangan jantung seringkali merasakan sakit di lengan kiri. Sedang pada perempuan, rasa sakit cenderung terasa di kedua lengan atau di antara tulang belikat.
8. Denyut nadi cepat atau tidak teratur.
Dokter menyatakan bahwa Anda tidak perlu mencemaskan detak jantung yang kadang-kadang melompat. Tapi denyut nadi yang cepat atau tidak teratur, khususnya jika diikuti dengan perasaan lemah, pusing atau sesak napas, bisa menandakan adanya serangan jantung, gagal jantung atau aritmia. Jika tidak ditangani, beberapa aritmia bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, atau kematian tiba-tiba.
9. Sesak napas
Bagaimana membedakannya? Rasa sakit di dada terkait jantung seringkali berpusat di bawah tulang dada, sedikit ke arah kiri. Rasa sakitnya digambarkan seolah-olah ‘ada gajah yang duduk di dada’. Selain itu, bisa juga berupa sensasi tidak nyaman akibat adanya tekanan, dorongan atau perasaan penuh.”Seringkali perempuan hanya merasakan sakit ringan,” terang McSweeney, seperti dikutip situs webmd.com.
Selain itu, perempuan seringkali mengalami sensasi seperti terbakar di dada, bukan tekanan atau rasa sakit. “Kadang-kadang orang mengira kalau gejala tersebut disebabkan oleh gangguan lambung,” terang Nieca Goldberg MD dari NYU Langone Medical Center di New York City.
3. Batuk
Batuk berkepanjangan bisa menjadi gejala gagal jantung, dipicu oleh penumpukan cairan di paru-paru. Pada beberapa kasus, orang-orang dengan gagal jantung batuk berdahak disertai darah.
4. Pusing
Serangan jantung bisa menyebabkan kepala terasa ringan dan kehilangan kesadaran.
5. Keletihan
Di kalangan perempuan khususnya, keletihan yang tidak biasa bisa muncul selama serangan jantung serta beberapa hari atau minggu sebelum serangan jantung. Selain itu, perasaan lelah sepanjang waktu bisa menjadi gejala gagal jantung.
Apa bedanya dengan keletihan biasa? “Jika Anda merasa tidak sehat, segeralah memeriksakan diri. Membuang-buang waktu sangat berbahaya,” terang Goldberg.
6. Mual dan kurang selera makan
Banyak orang yang mengalami sakit perut atau muntah saat mengalami serangan jantung. Dan pembengkakan perut terkait gagal jantung bisa mengganggu selera makan.
7. Rasa sakit di bagian lain tubuh
Pada sebagian besar serangan jantung, rasa sakit mulai di dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang atau perut. Tapi pada beberapa kasus, pasien tidak mengalami rasa sakit di bagian dada, hanya rasa sakit di area tubuh lainnya. Rasa sakitnya bisa datang dan pergi.
Laki-laki yang mengalami serangan jantung seringkali merasakan sakit di lengan kiri. Sedang pada perempuan, rasa sakit cenderung terasa di kedua lengan atau di antara tulang belikat.
8. Denyut nadi cepat atau tidak teratur.
Dokter menyatakan bahwa Anda tidak perlu mencemaskan detak jantung yang kadang-kadang melompat. Tapi denyut nadi yang cepat atau tidak teratur, khususnya jika diikuti dengan perasaan lemah, pusing atau sesak napas, bisa menandakan adanya serangan jantung, gagal jantung atau aritmia. Jika tidak ditangani, beberapa aritmia bisa menyebabkan stroke, gagal jantung, atau kematian tiba-tiba.
9. Sesak napas
Orang-orang yang merasa kehabisan napas saat istirahat atau melakukan aktivitas ringan kemungkinan memiliki gangguan pernapasan seperti asma atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Tapi, sesak napas juga bisa menjadi pertanda serangan atau gagal jantung.
“Kadang-kadang, orang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan adanya tekanan atau rasa sakit di dada. Mereka hanya benar-benar merasakan sesak napas,” terang Goldberg.”Rasanya seperti lari maraton padahal Anda sama sekali tidak bergerak.” Selama serangan jantung, sesak napas seringkali ditemani rasa tidak nyaman di dada. Tapi, sesak napas juga bisa muncul sebelum atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
10. Berkeringat
Keringat dingin merupakan gejala umum serangan jantung. “Kemungkinan Anda sedang duduk saat tiba-tiba Anda benar-benar berkeringat seolah-olah baru bekerja keras,” terang David Frid MD seorang kardiolog dari Cleveland Clinic.
11. Pembengkakan
Gagal jantung bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini bisa memciu pembengkakan (sering terjadi di telapak kaki, mata kaki, kaki, atau perut). Kondisi ini juga bisa memicu penambahan berat badan tiba-tiba serta hilangnya selera makan.
12. Lemah
Sebelum atau selama terjadinya serangan jantung, beberapa orang mengalami perasaan lemah kronis tanpa sebab yang jelas.”Seorang pasien perempuan mengaku tidak bisa memegang selembar kertas di antara jarinya,” terang McSweeney.
Oleh: Ghina Shafirah, Curup-Bengkulu
by,fimadani.com
“Kadang-kadang, orang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan adanya tekanan atau rasa sakit di dada. Mereka hanya benar-benar merasakan sesak napas,” terang Goldberg.”Rasanya seperti lari maraton padahal Anda sama sekali tidak bergerak.” Selama serangan jantung, sesak napas seringkali ditemani rasa tidak nyaman di dada. Tapi, sesak napas juga bisa muncul sebelum atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
10. Berkeringat
Keringat dingin merupakan gejala umum serangan jantung. “Kemungkinan Anda sedang duduk saat tiba-tiba Anda benar-benar berkeringat seolah-olah baru bekerja keras,” terang David Frid MD seorang kardiolog dari Cleveland Clinic.
11. Pembengkakan
Gagal jantung bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Hal ini bisa memciu pembengkakan (sering terjadi di telapak kaki, mata kaki, kaki, atau perut). Kondisi ini juga bisa memicu penambahan berat badan tiba-tiba serta hilangnya selera makan.
12. Lemah
Sebelum atau selama terjadinya serangan jantung, beberapa orang mengalami perasaan lemah kronis tanpa sebab yang jelas.”Seorang pasien perempuan mengaku tidak bisa memegang selembar kertas di antara jarinya,” terang McSweeney.
Oleh: Ghina Shafirah, Curup-Bengkulu
by,fimadani.com
Kamis, 05 April 2012
Betapa Besar Kasih Sayang Ibu Untuk Anaknya
Kasih sayang ibu itu tak terbatas. Sampai kapanpun kita ga akan pernah bisa membalasnya. Seorang ibu tidak meminta upah apapun dari anaknya. Beliau hanya ingin anaknya bahagia menjalani hidupnya kelak.
Cerita berikut mudah-mudahan bisa menjadi renungan agar kita sebagai anak selalu menyayangi ibu.
Gimana?masih mau minta imbalan kalo diminta bantuin ibu? Masih suka membentak-bentak ibu?
Cerita di atas membuktikan bahwa kasih sayang ibu ga ada batasnya.
Semoga bermanfaat.
by,paperdrink.wordpress.com
Cerita berikut mudah-mudahan bisa menjadi renungan agar kita sebagai anak selalu menyayangi ibu.
Seorang anak mencari Ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia mengulurkan tangannya dan memberikan sehelai kertas yang sudah ia siapkan sehari sebelumnya.
Sang Ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh anaknya dan membacanya.Ongkos bantuin Ibu:
1) Bantu pergi ke warung : Rp 20.000
2) Jagain ade : Rp 20.000
3) Buang sampah : Rp 5.000
4) Beresin tempat tidur : Rp 10.000
5) Nyiram bunga : Rp 15.000
6) Nyapu halaman : Rp 15.000TotaL : Rp 85.000,00Selesai membaca kertas tersebut Sang Ibu hanya tersenyum memandang anaknya. Si Anak pun tersenyum penuh kemenangan.Lalu Sang Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan-GRATIS
2) Ongkos menyusuimu anakku-GRATIS
3) Ongkos berjaga malam karena menjagamu-GRATIS
4) Ongkos air mata yang menetes karenamu-GRATIS
5) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu-GRATIS
6) Ongkos menyediakan makan, minum, pakaian dan keperluanmu-GRATISJumlah Keseluruhan Nilai Kasihku-GRATISAir mata Si Anak berlinang setelah membacanya. Si Anak menatap wajah Ibunya, memeluknya dengan erat dan berbisik sambil terisak di dekat telinga Ibunya :
AKU SAYANG IBU! UDAH GAK ADA LAGI YANG PERLU DIBAYAR OLEH IBU, UDAH LUNAS SEMUANYA. BUKAN IBU YANG HUTANG SAMA AKU, TAPI AKU YANG UTANG SAMA IBU.
Gimana?masih mau minta imbalan kalo diminta bantuin ibu? Masih suka membentak-bentak ibu?
Cerita di atas membuktikan bahwa kasih sayang ibu ga ada batasnya.
Semoga bermanfaat.
by,paperdrink.wordpress.com
Rabu, 04 April 2012
Mukjizat Al-Quran: Proses Penciptaan di Alam Rahim
Bismillahirrahmaanirrahiim
Jauh sebelum sains modern menemukan
proses pembentukan embrio manusia,
pada ke-7 M Alquran telah menjelaskan
proses pembentukan embrio manusia.
Prof Keith L Moore, guru besar
Departemen Anatomi dan Biologi Sel
Universitas Toronto pun telah membuktikan kebenaran firman Allah SWT itu.
"Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta
yang terkandung dalam Alquran dan sunah," papar Moore yang terkagum-
kagum dengan kandungan Alquran yang secara akurat menjelaskan
perkembangan embrio manusia.
Alquran secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan
embrio manusia. Alquran telah berbicara tentang pertumbuhan janin di dalam
perut ibu fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat
dengan mata kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan duga dan
kira.
Sains modern baru mengetahui proses penciptaan di alam rahim setelah
ditemukannya alat–alat pemeriksaan modern. "Saya sungguh sangat
membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Alquran
tentang perkembangan manusia.
Jelaslah bagi saya, pernyataan (Alquran) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhan," papar Moore, ilmuwan terkemuka dalam bidang anatomi dan embriologi.
Proses penciptaan manusia di dalam rahim dijelaskan dalam Alquran surat al-
Mu'minun ayat 12-14.
''Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian,
air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami
jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.
Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia
makhluk yang (berbentuk) lain ...."
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan adanya enam fase terbentuknya janin
dalam rahim.
Tahap pertama penciptaan janin disebut Sulalah dimulai dari saripati mani. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud
dengan “ Sulalah”
Menurut riset yang telah diteliti oleh para ahli sekarang, bahwa manusia itu tercipta dari satu sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila dibanding dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang
mencapai jutaan sperma. Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin ini, karena satu dari jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk membuahi ovum dari wanita.
Tahap kedua disebut Alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).” ‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa – rawa (yaitu
sebangsa lintah ).
Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut.
Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.
Tahap ketiga, Mudghah (Segumpal Daging). Dalam kelanjutan surat al- Mukminun dijelaskan ''Lalu segumpal
darah itu Kami jadikan segumpal daging.”
Tahap keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang.
“Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.”
Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa
tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah
muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu
pun dengan bantuan alat – alat fotografi.
Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “Lalu tulang belulang itu
Kami bungkus dengan daging...''
Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging
butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada
sebelum daging.
Tahap keenam adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..'' Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad,
bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah
mencapai 8 – 16 milimeter”
Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang
berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan
tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk
hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.
Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang dari kamu
ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh
hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi
mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang
malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya:
Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian
ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).
Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang ibu, hingga
akhirnya melahirkan diusia kehamilan sembilan bulan. Sungguh Maha Sucilah
Allah, Pencipta Yang Paling Baik.
Subhanallah...
By, yuni sulistiyani facebook
Langganan:
Postingan (Atom)











